|
MENGENAL SARUNG SAMARINDA

Sarung samarinda adalah
sebuah karya kerajinan rakyat berupa tenunan tradisional dari kota
Samarinda yang terkenal di seluruh Indonesia bahkan sampai mancanegara.
Kerajinan ini berasal dari daerah Sulawesi Selatan, dibawa oleh
orang-orang Bugis ke Samarinda tepatnya Samarinda Seberang pada sekitar
abad ke 18, berkaitan erat dengan sejarah kedatangan suku Bugis ke
Kalimantan Timur.
Menurut lontara atau silsilah kedatangan suku bugis, berawal dari
kedatangan suku Bugis ke tanah Kutai pada tahun 1665 ketika terjadi
kerusuhan di kerajaan Bone.
Kerusuhan tersebut terjadi saat berlangsungnya pernikahan antara putra
kerajaan Goa dengan putri Sultan Bone, dimana La Ma Dukellang menikam
bangsawan tinggi kerajaan Bone ketika diadakan sabung ayam saat upacara
pernikahan tersebut hingga tewas.
Maka terjadilah
peperangan yang tak seimbang sehingga La Ma Dukellang beserta 3 putranya
beserta 8 orang bangsawan Wajo ditambah 200 pengiring dengan kelengkapan
14 perahu layer meninggalkan Wajo menuju Tanah Kutai.
Tetapi mereka kehabisan perbekalan di tengah perjalanan dan berlabuh di
pasir. Kemudian banyak orang-orang dari Wajo dan Sopeng berdatangan
karena tidak tahan dijajah oleh kerajaan Bone.

Kegiatan Menenun
Karena semakin banyaknya pendatang kemudian diadakan musyawarah besar,
dan dari hasil musyawarah itu Lamohang Daeng Mangkona diperintahkan
pergi ke Kutai untuk berusaha, pada mulanya kerajaan Kutai di bawah
pimpinan Pangeran Dipati Mojo Kusumo memberi rombongan Lamohang Daeng
Mangkona sebidang tanah di daerah Loa Buah, tetapi kemudian diberi di
wilayah Samarinda Seberang.
Semenjak itu Samarinda Seberang dibangun oleh Lamohang Daeng Mangkona
dan ia memerintah rakyatnya dengan gelar Pua Ado.
Demikianlah bahwa sarung Samarinda sebagai salah satu hasil budaya suku
Bugis yang dibawa dari tanah asalnya dan dikembangkan sebagai usaha
keluarga atau home industri, sampai kini terkenal sampai mancanegara
sebagai hasil budaya khas daerah Kalimantan timur.
Alat-Alat Tenun
Tenun tradisional sarung Samarinda hingga saat ini masih mempergunakan
peralatan yang keseluruhannya terbuat dari kayu, tanpa alat-alat mesin
dan secara keseluruhan dikerjakan dengan tenaga manusia, mulai dari
memberi warna benang, memintal, menenun sampai mencuci.

Alat
Pintal Benang

Alat
Tenun
Adapun peralatan tenun
ini terdidi atas 4 bagian yaitu:
Unuseng / alat pintal terdiri dari:
Uneseng
Roweng
Tudungeng Roweng
Saureng (alat penyusun corak / pembuat benang buri terdiri dari:
Saureng
Jarancara
Aparsing / alat atau tempat memasukan benang pada sisir dan seluruh
perlengkapan alat tenun pada benang lusi, terdiri dari:
Pemalu
Sisir
Palapa
Paccacu are
Pabbicang are
Pananre
Walida
Book book
Pessa
Awereng
Taropong
Bulo-bulo
Amisong
Appajjelloreng
Bahan Dan Corak

Benang

Roll
Benang
Bahan:
Sarung tenun Samarinda dibuat dari bahan yang berkualitas tinggi, yaitu
bahan import dari luar negeri. Bahan tersebut antara lain:
Benang sutera alam / warm silk
Benang sutera import yang disebut spoon silk
Bahan pewarna dengan macam-macam warna yang juga diimport dari luar
negeri terutama dari Jerman.
Warna:
Sarung tenun samarinda menggunakan warna-warna tua dan kontras seperti
hitam, putih, merah, hijau, ungu, biru laut dan hijau daun.
Corak
Corak Balo So’bi (motif Kalimantan timur)
Corak Siparapre
Corak balo hatta ungu
Corak Negara
Corak asepulu bolong
Corak taba hijau
Sumber : Dinas Kebudayaan Kota Samarinda, Jl. Dahlia No. 69. Ph. 0541
748520
Baca Juga :
Paket Outbound di
Bandung
Paket Arung jeram di
Bandung
Paket Arung
jeram di Garut (Sungai Cikandang & Cimanuk)
Paket Arung jeram di Tasikmalaya
Paket Paintball di Bandung
|