Pulau Tidung - Alternatif Wisata Jakarta

Wisata Pulau Seribu

Belum lama ini kita mendengar kabar pernikahan artis Atiqah Hasiholan dengan Rio Dewanto yang dilangsungkan di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu. Selain untuk mendapatkan suasana khidmat, pemandangan yang indah serta privasi, mereka juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk mempromosikan Kepulauan Seribu sebagai tujuan wisata. Kepulauan Seribu memiliki sekitar 110 pulau yang terletak di Utara Jakarta, merupakan propinsi keenam dari DKI Jakarta, sebagian pulau tersebut bisa dikunjungi oleh masyarakat umum seperti Pulau Air, Bidadari, Kotok, Tidung, Pramuka, Sepa dan sebagainya. Kehidupan masyarakat Jakarta yang padat dan keras membuat warganya haus untuk berwisata di waktu senggangnya. Untuk menghindari kemacetan di dalam kota, kawasan puncak - Bogor atau Kota Bandung pada hari libur maka Kepulauan Seribu dapat menjadi alternatif tujuan wisata bagi warga Jakarta.

Pulau Tidung merupakan salah satu tujuan wisata pilihan baru di Kepulauan Seribu, yang menjadi tujuan favorit dalam beberapa tahun terakhir terutama di musim liburan. Untuk mencapai Pulau Tidung, terdapat beberapa cara yang dapat dipilih para pengunjung. Pengunjung bisa menuju Pulau Tidung melaluo Pelabuhan Lama Muara Angke dengan Kapal Ferry tradisional atau yang dikenal dengan kapal Ojeg dengan mengeluarkan biaya tiket sebesar Rp. 30.000. Kapal ini bisa mengangkut hingga 180 orang dalam satu kali perjalanannya yang memakan waktu kurang lebih 2,5 - 3 jam untuk mencapai Pulau Tidung. Kapal Ojeg ini berangkat dari pelabuhan pada jam 7 pagi dan kembali dari Pulau pada jam 9 pagi dan 2 siang. Alternatif lain, anda bisa berangkat dari Pelabuhan Kali Adem dengan KM Lumba-lumba atau kerapu dengan biaya sebesar Rp. 50.000. Kapal ini merupakan kapal subsidi Pemda DKI untuk mengangkut masyarakat dari daratan Jakarta ke pulau-pulau di bagian selatan Kepulauan Seribu begitu juga sebaliknya. Kapal ini berangkat pada pukul 7 pagi dan 1 siang serta kembali pada pukul 9 pagi hingga 2 siang. Lama perjalanan menuju Pulau Tidung dengan kapal ini lebih cepat dibandingkan Kapal Ojeg karena hanya memerlukan waktu 1,5 jam.

Pulau Tidung

Selain alat transportasi diatas, pengunjung juga bisa menuju Pulau Tidung melalui Marina Ancol, Dermaga 6 dengan menggunakan kapal cepat milik swasta yang mulai berlayar pukul 8 pagi dan kembali dari pulau pada pukul 3 sore. Kapal cepat ini hanya memakan waktu sekitar satu jam untuk mencapai Pulau Tidung dan kapal ini juga dilengkapi dengan AC, Home theatre dan TV. Jika menginginkan kenyamanan dalam perjalanan menuju pulau, kapal ini menjadi pilihan tepat, namun tentunya kenyamanan ini harus dibayar dengan biaya sebesar Rp. 200.000. Bagi pengunjung yang menginginkan privasi dan kebebasan dalam mengatur waktu dan tujuan, menyewa kapal cepat untuk kelompoknya akan lebih menyenangkan. Dengan biaya mulai delapan juta rupiah untuk 2 hari 1 malam, pengunjung bisa bebas menggunakan kapal hanya untuk kelompoknya dengan mengatur waktu dan tujuannya sendiri. Kapal cepat yang disewakan beraneka ragam, pengunjung bisa memilih kapal sesuai jumlah kelompok, tujuan dan lama menyewa.


Entah mengapa dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Tidung menjadi tujuan wisata yang terkenal dan banyak diminati oleh para pengunjung baik dari Jakarta ataupun luar Jakarta. Dengan meningkatnya minat pengunjung ke Pulau Tidung maka semakin banyak paket-paket tur murah yang dinawarkan oleh beberapa komunitas dan agen perjalanan. Hanya dengan biaya sekitar Rp. 300.000, pengunjung bisa datang, menginap dan berlibur di Pulau Tidung, termasuk transportasi, penginapan, makan, snorkeling dan sebagainya. Pulau Tidung sendiri terdiri dari dua pulau, yaitu Tidung Kecil dan Tidung Besar. Tidak ada penduduk yang menetap di Pulau Tidung Kecil, di pulau ini hanya terdapat rumah dinas pemda DKI Jakarta dan tempat pengembangbiakan beberapa jenis tanaman seperti pohon bakau dan kelapa. Sebagian besar penduduk Pulau Tidung menetap di Pulau Tidung Besar. Para pengunjung biasanya menginap di pulau ini, pilihan tempat menginap bagi pengunjung ialah rumah penduduk yang disewakan selama masa liburan atau tempat penginapan yang belakangan ini mulau terdapat di pulau ini sehubungan meningkatnya pengunjung yang datang. Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pengunjung, tempat penginapan yang bermunculan di Pulau Tidung juga dilengkapi dengan AC, kamar mandi dan air bersih.

Antara Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar dihubungkan dengan sebuah jembatan yang dikenal oleh warga sebagai Jembatan Cinta. Konon jika seseorang yang meloncat dari jembatan ini akan menemukan cinta sejatinya, entah kisah ini benar terjadi atau tidak. Jembatan cinta memiliki panjang sekitar 800-850 meter dengan ketinggian 8 - 10 meter dari permukaan laut. Dibagian jembatan yang lebih tinggi inilah banyak orang yang meloncat dari jembatan ke laut, tentunya diperlukan keberanian dan keahlian dalam berenang sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebelumnya jembatan cinta ini terbuat dari kayu namun seiring waktu, kayu yang digunakan mulai rapuh dan hancur sehingga saat ini, jembatan cinta sudah dibuat dari beton untuk menjaga keselamatan para penduduk dan pengunjung Pulau Tidung. Jembatan cinta inilah yang menjadi ikon Pulau Tidung, banyak pengunjung yang berfoto, berjalan atau duduk sambil di sepanjang jembatan atau pinggir pantai untuk memandang pantai putih dan air laut yang jernih sehingga terlihat karang dan rumput laut dengan jelas.

Pulau Tidung

Selama berada di Pulau Tidung, kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung antara lain berkeliling pulau dengan menggunakan sepeda yang banyak disewakan oleh penduduk setempat. Pulau yang tidak terlalu besar membuat kegiatan bersepeda sangat nyaman untuk dilakukan selama berada di pulau ini. Selain itu pengunjung juga dapat bermain olahraga air seperti banana boat yang disediakan beberapa pengelola permainan ini, pengunjung bisa melakukan permainan ini selama setengah jam dengan biaya sekitar Rp. 40.000 lengkap dengan peralatan keselamatan. Namun tak lengkap rasanya jika berwisata ke kepulauan seribu tanpa melakukan snorkeling. Pengunjung dapat ber-snorkeling dengan menggunakan perahu nelayan kayu yang kecil dengan kapasitas sekitar 15 orang, pengunjung akan diajak ke tempat yang memiliki karang laut serta ikan laut yang indah di kepulauan ini. Pengunjung juga bisa menyewa peralatan snorkeling jika tidak memilikinya di tempat pengelola kegiatan di Pulau Tidung.

Selain kegiatan diatas, setelah menyaksikan matahari terbenam, pengunjung dapat berkumpul bersama kelompoknya untuk menikmati ikan bakar hasil tangkapan nelayan setempat di pinggir pantai dengan angin sepoi-sepoi. Namun yang perlu diperhatikan bagi penduduk dan pengunjung kepulauan seribu, khususnya Pulau Tidung adalah kesadaran untuk menjaga kebersihan pulau dan laut agar tetap bersih dan terjaga. Begitu juga dengan menjaga dan melestarikan habitat laut dengan tidak merusak karang laut selama snorkeling karena merupakan tempat berkembang biak dan bagian dari habitat laut. Pemerintah DKI Jakarta sudah melakukan beberapa upaya pembelajaran, pelestarian dan pengembangbiakan habitat laut di sekitar kepulauan seribu agar tetap indah, lestari dan jauh dari ancaman kepunahan. Begitu juga dengan beberapa komunitas yang melakukan kegiatan bersih-bersih Pulau Tidung. Namun upaya ini harus dilakukan secara terus menerus, didukung dan dijaga oleh semua pihak, baik penduduk setempat maupun pengunjung sehingga keindahan Pulau Tidung beserta lautnya tetap terjaga. (Dylla Aswin, indotravelers.com)


Peta Lokasi Pulau Tidung Jakarta


Artikel Lainya